Senin, 16 Desember 2019


MAKALAH BAHASA INDONESIA
KEUTAMAAN PUASA




Disusun oleh :
MAYA NURAINI

Dosen Pengampuh :
HENDRI FIRMANSYAH, M.Pd



PRODI MANAJEMEN DAKWAH
FAKULTAS USHULUDDIN, ADAB, DAN DAKWAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
BENGKULU
2019

Kata Pengantar

             Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberi karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini guna memenuhi tugas UAS untuk mata kuliah Bahasa Indonesia yang berjudul “Keutamaan Puasa”. Saya menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini tidak terlepas dari kekurangan, tetapi berkat kritik, saran, dan doa berbagai pihak sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Saya menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna dikarenakan terbatasnya pengalaman dan pengetahuan yang saya miliki. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik yang membangun, demi perbaikan makalah ini yang akan datang. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi pembaca terutama bagi penulis sendiri.
Akhir kata saya sampaikan terima kasih dan semoga Allah SWT senantiasa meridhoi segala usaha kita.

Bengkulu,   Desember  2019








BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

               Puasa merupakan rukun Islam yang keempat. Puasa juga termasuk hal yang utama dan sudah tak asing lagi bagi umat muslim. Bahkan tidak sedikit dari kalangan muslim yang melaksanakan ibadah puasa.
               Dalam puasa tak hanya sekedar menunaikan kewajiban, juga ada hikmah dan amalan-amalan tertentu juga keajaiban tertentu. Oleh karena itu, saya mengangkat tema ini untuk memperjelas tentang masalah tersebut.

B. Rumusan Masalah                             

               Adapun rumusan masalah yang akan dibahas yaitu :
1. Apa pengertian puasa?
2. Apa keutamaan puasa?
3. Apa hikmah puasa?

C. Tujuan Penulisan

               Berdasarkan rumusan masalah di atas, adapun tujuan penulis menulis makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui pengertian puasa.
2. Mengetahui keutamaan puasa.
3. Mengetahui hikmah puasa.


BAB II
PEMBAHASAN

A.   Pengertian puasa

               Menurut bahasa puasa berarti “menahan diri”. Menurut syara : menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari, dengan niat karena perintah Allah semata, dan disertai niat dan syarat tertentu.
               Dalam hadist juga dijelaskan tentang kewajiban puasa ini sebagaimana sabda Nabi yang artinya:
Islam ditegakkan atas 5 dasar:
1. Bersaksi bahwa tiada Tuhan [yang patut disembah] melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya.
2. Mengerjakan shalat.
3. Menunaikan zakat.
4. Haji.
5. Berpuasa di bulan Ramadhan.

B. Syarat-syarat wajib Berpuasa dan Syarat-Syarat Sah Puasa

               1.  Tentang syarat-syarat wajib puasa:
a. Beragama islam.
b. Baligh dan berakal ; anak-anak belum diwajibkan berpuasa ; tetapi apabila kuat mengerjakannya, boleh diajak berpuasa sebagai latihan.
c. Suci dari haid dan nifas [ini khusus bagi wanita].
d. Kuasa [ada kekuatan]. Kuasa disini artinya, tidak sakit  dan bukan yang sudah tua, mereka ini boleh tidak berpuasa, tapi wajib bayar fidiyah.
               2. Syarat-syarat sahnya puasa
Syarat-syarat sahnya puasa sebagai berikut:
a. Islam.
b. Tamyiz; artinya orang-orang atau anak-anak yang dapat membedakan baik dan buruk. Lebih jelasnya bukan anak yang terlalu kecil dan bukan orang gila.
c. Suci dari haid dan nifas. Wanita yang sedang haid dan nifas tidak sah jika mereka berpuasa, tetapi wajib qadha pada waktu lain, sebanyak bilangan hari yang ia tinggalkan.
d. Tidak di dalam hari-hari yang dilarang untuk berpuasa, yaitu di luar bulan Ramadhan.

C. Rukun Puasa

               1. Niat: yaitu menyengaja puasa, setelah terbenam matahari hingga sebelum fajar shidiq. Artinya pada malam harinya, dalam hati telah tergerak niat, bahwa besok akan berpuasa.
               2. Meninggalkan segala yang membatalkan puasa dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari.
D. Hal-hal Ynag Membatalkan Puasa

               Adapun yang membatalkan puasa adalah sebagai berikut
1. Memasukkan sesuatu kedalam lubang rongga badan dengan sengaja, seperti makan, minum, merokok,memasukkan benda ke dalam telinga atau ke dalam hidung hingga melewati pangkal hidungnya. Tapi jika lupa tidak membatalkan puasa.
2. Muntah dengan sengaja; muntah apabila tidak sengaja tidak membatalkan puasa.
3. Haid dan nifas; wanta yang haid dan nifas haram mengerjakan puasa, tetapi wajib mengqadha sebanyak puasa yang ditinggalkan saat haid dan nifas.
4. Jima’ pada siang hari atau pada waktu fajar shidiq.
5. Hilang akal atau gila.
6. Mabuk atau pingsan sepanjang hari.
7. Murtad, yakni keluar dari agama islam.

E. Sunnah-Sunnah Puasa

               Sunnah-sunnah puasa diantaranya :
a. Makan sahur walaupun hanya sedikit
b. Mengakhirkan makan sahur selama belum terbit fajar [ sampai waktu imsak, kira-kira 10 menit sebelum subuh].
c. Menyegerakan berbuka apabila telah masuk waktu maghrib.
d. Menjauhi ucapan yang tidak senonoh, seperti berkata yang keji, dan mencoba bohong dan sebagainya.
e. Memperbanyak amal kebajikan, bersedekah, membaca Al-quran dan sebagainya.
f. Memperbanyak i’tikaf di masjid.

F. Orang-orang yang Tidak Wajib Qadha tetapi Wajib Fidyah 

               Orang yang boleh tidak berpuasa dan tidak wajib qadha, tetapi wajib membayar fidiyah; yaitu memberi makanan kepada fakir miskin setiap hari berupa bahan makanan pokok sebanyak 1 mud [576 gram].
Mereka itu adalah:
a. Orang yang sakit dan tidak ada harapan lagi untuk sembuh.
b. Orang yang lemah karena sudah tua, yang tidak kuat lagi berpuasa. Orang yang tidak mengerjakan puasa pada bulan Ramadhan udzur dan diwajibkan mengqadha puasaanya seperti firman Allah yang artinya: “Barang siapa yang dalam keadaan sakit atau ia dalam perjalanan, maka boleh puasanya itu dikerjakan dihari yang lain. Allah menghendaki keringanan bagi kamu” [S. Al- Baqarah : 184]

G. Hikmah Puasa

               Puasa merupakan ajaran agama yang mempunyai hikmah yang sangat banyak.
Hikmah puasa dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Mendidik para mukmin supaya berperangai luhur dan agar dapat mengontrol seluruh nafsu dalam keinginan manusia biasa.
2. Mendidik jiwa agar biasa dan dapat menguasai diri, sehingga mudah menjalankan semua kebaikan dan meninggalkan segala larangan.
3. Membiasakan orang yang brpuasa bersabar dan tahan uji.
4. Mendidik jiwa agar dapat memegang amanat sebaik baiknya, karena orang berpuasa itu sebagai seorang yang mendapat amanat untuk tidak makan dan minum atau hal yang membatalkannya.
5. Ditinjau dari segi kesehatan, puasa sangat berguna untuk menjaga dan memperbaiki kesehatan.
      
                  
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

               Dapat disimpulkan, puasa merupakan menahan diri dari segala yang membatalkan puasa. Sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dalam syariat Islam. Dalam berpuasa seeorang dapat mengontrol anggota badannya hingga gerak gerik jiwa dan batinnya dan ucapan mulutnya.
Keutamaan puasa yaitu jalan meraih taqwa, penghalang dari siksa neraka, memberi syafaat bagi orang yang menjalankannya, mendapat pengampunan dosa, penahan syahwat, pintu syurga Arayan akan diraih bagi orang yang berpuasa, memiliki waktu mustajab terkabulnya doa.
Hikmah puasa :
1. Mendidik umat muslim agar dapat menjadi orang yang amanah dalam berpuasa.
2. Melatih kesabaran.
3. Menjaga kesehatan.
4. Menanamkan cinta kasih sesama manusia terutama terhadap orang miskin.

B. Saran

   Demikian yang dapat penulis paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini. Tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahan, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensii yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
               Penulis berharap para pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah ini dikesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis dan para pembaca.



DAFTAR PUSTAKA

DRS. H. MOH. RIFA’I, Fikih Islam Lengkap. Hlm.322. Bengkulu, 16 Desember 2019 pukul 21:46 wib.